home

Rabu, 05 Desember 2012

Kisah MAHABRATA







Adakah di antara kalian yang menyukai cerita wayang, atau setidaknya pernah mengetahui dari berbagai sumber informasi tertulis, media elektronik dan pementasan baik wayang kulit, golek ataupun wayang orang? Maksudku cerita wayang yang bersumber dari kitab Ramayana dan Mahabharata. Cerita-cerita ini memang tak asing lagi buat para orang tua kita terutama dari suku Jawa, Sunda dan Bali. Bahkan saking menyatunya cerita ini sampai menjadi falsafah hidup bagi sebagian orang (terutama suku Jawa). Ada anggapan seolah-olah para tokoh dalam cerita itu adalah nenek moyang mereka. Benarkah?

Aku mencoba mengungkapkan beberapa hal seputar cerita wayang yang bersumber dari Kitab Mahabharata— sebuah sastra kuno yang konon ditulis oleh Resi Byasa atau Vyasa —bukan dari isi ceritanya melainkan dari fakta dan data-data yang cukup mengejutkan.

Isi dari kitab Mahabharata secara singkat menceritakan konflik para Pandawa lima dengan saudara sepupu mereka Korawa yang berjumlah seratus orang mengenai sengketa hak pemerintahan atas negara Astina. Puncak konflik adalah terjadinya perang Bharata (Bharatayudha) di medan Kurusetra yang berlangsung selama 18 hari dan hasilnya adalah kemenangan di pihak Pandawa.

Secara garis besar, cerita Mahabharata yang beredar di sini dengan cerita aslinya (India) adalah sama. Tetapi tentu saja dengan 'penghalusan' di sana-sini untuk menyesuaikan budaya lokal. Saking halusnya sampai banyak yang menganggap cerita wayang ini asli dari nenek moyangnya.

Pada awalnya aku menganggap cerita ini hanya fiksi tradisional yang diturunkan dari generasi ke generasi. Namun lama kelamaan aku berpikir... kalau itu cuma cerita karangan kenapa jalan ceritanya begitu nyata bahkan masing-masing tokoh punya karakter yang spesifik dengan silsilah /asal usul yang amat rinci. Hubungan satu tokoh dengan tokoh lainnya amat jelas layaknya sebuah babakan dalam sejarah.

Selain itu ada bukti lain tentang penyebutan nama negara dan tempat (setting) cerita yang terbukti nyata, alias bukan tempat antah berantah. Cobalah sekali waktu melihat peta India kuno di mana di sana akan dijumpai nama-nama kerajaan yang sering disinggung di Kitab Mahabharata itu seperti Kerajaan Kuru yang melahirkan Wangsa Kuru. Wangsa inilah yang menurunkan keluarga Pandawa dan Korawa itu. Ada lagi nama-nama seperti Panchala, Magadha, Matsya, bahkan belum lama para arkeolog telah menemukan sebuah kota yang hilang di bawah laut. Kota itu dipercaya sebagai Dwaraka tempat Sri Krisna bertahta dan terletak di lepas pantai Gujarat yang menghadap ke Laut Arab. Kalian bisa melihat video tentang Dwaraka

Sedangkan tempat berlangsungnya perang besar Baratayudha yang disebut Padang Kurusetra  (berlangsung sekitar 5000 tahun yang lalu) sekarang terletak di sebuah distrik di negara bagian Haryana, India. Kurusetra (dari bahasa Hindi: Kurukshetra) berarti "Daratan para Kuru".

Ada beberapa situs di Kurukshetra ini yang masih tersisa antara lain:
- Jyotisar, tempat terkenal dimana wejangan Bhagavad Gita diberikan kepada Arjuna oleh Sri Krisna.
- Museum Krishna: memiliki beberapa artifak bersejarah, dan lukisan tentang perang Mahabharata.
- Bhishma Kund di Naraktari: sebuah tempat dimana Arjuna memanah bumi agar memancarkan air untuk menghapus dahaga Resi Bhisma.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini